Tech

Warga Ciangir Ngadu ke Pramono dan Andra Soni, Sebut Rumah Keluarganya Retak Imbas Proyek

Jul 31, 2026 IDOPRESS

KABUPATEN TANGERANG, iDoPress -Seorang warga Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, bernama Mahroni menyela sesi tanya jawab Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni saat keduanya meninjau Pusat Olah Organik (POO) milik Pemprov DKI Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Saat itu, Pramono dan Andra sedang menjawab pertanyaan wartawan terkait pengembangan kawasan tersebut menjadi sentra ketahanan pangan.

Dengan suara lantang, Mahroni mengangkat tangan dan meminta kesempatan untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada Pramono dan Andra.

"Saya warga lokal Pak. Saya izin bertanya nih ya sama Pak Gubernur, Pak Andra Soni sama Gubernur Pak Pramono," ucap dia dari belakang kerumunan wartawan.

Ia mengeluhkan rumah anggota keluarganya yang berada di sekitar proyek mengalami keretakan dan terdampak debu.

iDoPress/Omarali Dharmakrisna Soedirman Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau lahan ketahanan pangan milik Pemprov DKI Jakarta di Ciangir, Banten, Jumat (31/7/2026)

"Tolong Bapak tinjau lokasi rumah-rumah warga saya dan tetangga saya. Jadi rumah saya itu satu kena debu, kedua retak-retak. Jadi mohon ama tim Bapak ditinjaulah," kata dia.

Menanggapi keluhan warga, Pramono langsung menjawab dan memerintahkan pihak Dharma Jaya agar meninjau langsung lokasi rumah warga sekitar.

"Saya minta kepada Dharma Jaya maupun dinas terkait untuk mengecek tempatnya Pak Mahroni. Nanti akan mohon maaf, saya minta didampingi oleh Ibu Wakil Bupati supaya dilihat yang ada," tanggap Pramono.

Andra Soni juga merespons keluhan itu. Ia meyakini proyek yang digagas Pemprov DKI Jakarta akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Pak Mahroni insyaallah niat yang dibawa oleh Pemerintah Jakarta ini baik. Banyak lahan di Banten ini yang tidur yang enggak digunakan, juga ada pemiliknya," tutur dia.

"Dan saya meyakini, memastikan bahwa ini manfaat dampaknya pasti akan bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar," tambah Andra Soni.

Setelah itu, suasana kembali mencair. Pramono sempat berkelakar kepada Mahroni.

"Ngomongnya sambil tersenyum dong," ucap dia sambil tertawa kecil.

Mahroni mengaku tampak tegang karena baru pertama kali menyampaikan keluhan secara langsung kepada kepala daerah.

"Agak deg-degan Pak. Saya kan itu rumah ponakan saya, pas dekat banget ke jalan. Dia mau ngomong enggak berani, mungkin sama Pak RT enggak berani," ucap dia menanggapi kelakar Pramono.

Percakapan itu berakhir setelah Mahroni percaya pemerintah akan segera meninjau rumah-rumah warga yang terdampak proyek tersebut.

"Iya siap Pak, dilihat aja Pak biar enak ya," ujar dia.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Sumber utama Anda untuk berita mutakhir di bidang teknologi, kecerdasan buatan, energi, dan banyak lagi. Jelajahi masa depan teknologi dengan Arinstar! Tetap terinformasi, tetap terinspirasi!

Pencarian Cepat

Jelajahi konten kami yang dikuratori, tetap mendapat informasi tentang inovasi inovatif, dan perjalanan ke masa depan sains dan teknologi.

© Teknologi aplikasi cerdas

Kebijakan pribadi