

JAKARTA, iDoPress - Para pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan Jalan Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat mulai kembali berjualan secara normal usai bentrokan maut, Selasa (28/7/2026) siang.
Sejumlah pedagang pun mengaku lega bisa kembali membuka lapaknya setelah dua hari terpaksa menghentikan aktivitas demi keselamatan, seusai bentrokan antarkelompok warga pada Minggu (26/7/2026) lalu.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (28/7/2026), deretan gerobak pedagang kaki lima, mulai dari penjual batagor, es teh, hingga makanan ringan lainnya sudah kembali berjajar melayani pembeli di pinggir jalan yang ramai dilalui kendaraan.
Tidak jauh dari deretan pedagang itu, terdapat barisan mobil milik aparat kepolisian dan TNI AD yang masih berjaga untuk memastikan kondusivitas di lokasi.

iDoPress/Ridho Danu Prasetyo Para pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan Jalan Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat mulai kembali berjualan secara normal pada Selasa (28/7/2026) siang.
Sementara itu, pedagang yang berada di area Bazar Kuliner Bazis Matraman di depan Masjid Jami' Matraman juga tampak hidup dan diramaikan pembeli.
Pemandangan yang tersaji pada hari ini cukup berbeda dengan Senin lalu, di mana mayoritas warung makan masih tutup.
Kembalinya situasi yang kondusif ini sangat disyukuri oleh Azis (54), salah seorang pedagang di kawasan tersebut.
Ia mengaku baru berani membuka kembali lapaknya pada hari ini setelah tidak membuka warungnya sejak keributan pecah pada Minggu lalu.
"Saya memang baru buka lagi hari ini, karena kan kemarin habis ada yang ribut itu saya tutup, memang belum buka sih. Biasanya tuh saya buka jam sehabis dzuhur, buat orang makan siang, sampai malam jam 8 malam begitu. Jadi kita kemarin belum buka memang," ungkap Azis saat ditemui di lokasi, Selasa.
Azis pun mengaku cukup kesulitan ketika pecahnya bentrokan di kawasan Menteng sejak dua hari lalu.
Pasalnya, di momen akhir bulan biasanya menjadi waktu agar ia bisa mengejar setoran untuk membayar iuran lapak.
Sehingga, tidak bisa berjualan selama dua hari cukup membuatnya mengalami kerugian finansial.
"Cuma ya berasa juga soalnya dua hari enggak bisa dagang. Sementara kita kan lapak menyewa, harus bayar. Kalau enggak bisa jualan gara-gara ada yang berantem, jadi rugi juga, enggak ada pemasukan," keluhnya.
Di balik kerugian materiil itu, Azis masih merasa sangat beruntung karena lapaknya tidak ikut menjadi sasaran amuk massa yang sempat membakar sejumlah fasilitas warga.
"Makanya harusnya orang-orang tuh damai saja lah, kalau bertamu ya harus yang sopan begitu. Maksudnya alhamdulillah ini enggak dibakar juga kemarin, saya takutnya kalau warung dibakar saja. Habis semua pasti soalnya kan ini nyambung ya," tutur Azis.
Jelajahi konten kami yang dikuratori, tetap mendapat informasi tentang inovasi inovatif, dan perjalanan ke masa depan sains dan teknologi.
© Teknologi aplikasi cerdas
Kebijakan pribadi