

JAKARTA, iDoPress - Puluhan kendaraan operasional dan kendaraan taktis (rantis) polisi serta TNI AD tampak berjejer di sepanjang area pintu masuk Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan pantauan iDoPress di lokasi, puluhan kendaraan itu terparkir tersebar di sepanjang Jalan Tanjung Karang, Jalan Sungai Gerong, hingga Jalan Kota Bumi.
Berbagai jenis armada aparat keamanan terparkir memanjang di bahu jalan.
Terdapat deretan bus polisi yang digunakan sebagai transportasi aparat kepolisian, serta mobil taktis pengurai massa atau Raisa tepat di depan tangga menuju Stasiun MRT Dukuh Atas.
Selain itu, sejumlah truk pengangkut personel dari Korps Brimob beserta bus Brimob juga terparkir di sisi jalan lainnya.
Pengamanan juga dipertebal dengan hadirnya kendaraan taktis lapis baja milik Direktorat Samapta, serta mobil tangki air (water tank) milik TNI AD.
Tidak hanya itu, sebuah mobil tahanan dari Polsek Metro Tanah Abang juga terlihat terparkir di lokasi, tepat di samping gedung Thamrin Nine dan UOB Plaza.
Bahkan, ada sekitar tiga tenda posko penjagaan didirikan sebagai tempat para personel TNI dan Polri berjaga.
Sejumlah personel TNI AD yang mengenakan seragam loreng dan anggota kepolisian tampak bersiaga di sekitar deretan kendaraan taktis tersebut.
Sementara itu, arus lalu lintas dan sisi Jalan Jenderal Sudirman arah Bundaran HI terpantau masih lancar.

iDoPress/Ridho Danu Prasetyo Puluhan kendaraan operasional dan kendaraan taktis (rantis) polisi serta TNI AD tampak berjejer di sepanjang area pintu masuk Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat pada Jumat (17/7/2026).
Baca juga: 750 Mahasiswa dan Warga Demo di Jakarta Hari Ini, Polisi Larang Aksi di Bundaran HI
Hajya saja, tumpukan pembatas jalan sudah disiapkan tepat di tikungan menuju Jalan Kota Bumi untuk skenario rekayasa lalu lintas jika unjuk rasa digelar di area Jalan Jenderal Sudirman.
Menanggapi penumpukan armada tersebut, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan, pengerahan pasukan gabungan di Dukuh Atas ini merupakan langkah antisipatif terhadap pergerakan massa mahasiswa.
Pasalnya, ketika awal pemberitahuan aksi, para mahasiswa berencana menggelar aksi di kawasan Bundaran HI.
"Ya antisipasi aja itu. Massa yang rencana itu BEM itu kan rencananya awalnya mereka mau demo-nya di Bundaran HI. Jadi itu antisipasi saja," ucap Erlyn.
Ia menyebut, kepolisian sudah mengimbau kepada para mahasiswa untuk memindahkan titik aksinya ke monumen Patung Kuda di Jalan Merdeka Selatan.
Jelajahi konten kami yang dikuratori, tetap mendapat informasi tentang inovasi inovatif, dan perjalanan ke masa depan sains dan teknologi.
© Teknologi aplikasi cerdas
Kebijakan pribadi