Sains

Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kasus Bentrokan Maut di Menteng Jakpus

Jul 27, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Polda Metro Jaya menetapkan tujuh orang tersangka atas kasus bentrokan maut antarkelompok warga yang pecah di Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026) siang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, ketujuh tersangka dibagi ke dalam dua klaster kasus tindak pidana yang berbeda, yakni perusakan gerobak milik pedagang nasi uduk dan pengeroyokan yang berujung tewasnya seorang pria berinisial K (23).

"Terkait tentang perusakan, tentang perusakan gerobak makanan pedagang, ini sudah ditetapkan empat orang tersangka, dengan inisial GNA, AJL, FAM, dan ELL," kata Budi kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (27/7/2026).

Budi menyebut, empat tersangka perusakan gerobak tersebut merupakan bagian dari kelompok yang bukan warga setempat.

Sementara itu, untuk kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya K, polisi menetapkan tiga orang tersangka berinisial SK, AS, dan OR.

Ketiga tersangka tersebut merupakan warga asli yang tinggal di Jalan Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

"Tentang perkara yang kedua, terjadinya pengeroyokan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Ini sudah dilakukan pemeriksaan delapan saksi dan ditetapkan tiga orang tersangka. Saat ini sudah diamankan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, mereka warga Matraman," ujar Budi.

Budi menyebut, penetapan tersangka dari kedua belah pihak ini dilakukan berdasarkan pemeriksaan intensif terhadap para saksi di lokasi hingga pengecekan rekaman kamera pengawas (CCTV).

"Ini juga dari keterangan delapan saksi, termasuk petunjuk dari CCTV dan alat-alat bukti lainnya," jelasnya.

Budi menyebut pihaknya masih membutuhkan waktu untuk mengembangkan perkara, termasuk masih membuka kemungkinan adanya tersangka lainnya.

"Beri ruang kepada teman-teman penyelidik dan penyidik untuk mendalami, karena kejadian kemarin jam 10.00 WIB, saat sekarang sudah tadi malam sudah ditetapkan tersangka. Artinya perkara ini terus berjalan," ucap Budi.

Terkait tewasnya K, Budi menyebut pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematiannya, termasuk dugaan adanya luka akibat senjata tajam.

"Kami akan melihat nanti dari hasil visum et repertum, baik itu akan dilakukan visum luar ataupun akan dilakukan autopsi, nanti akan kami sampaikan," ucapnya.

Sementara itu, satu korban lainnya yang mengalami luka-luka, yaitu DS saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Saat ini yang masih dalam kondisi luka, ini menjadi perhatian kita untuk dapat perawatan yang lebih intensif agar segera pulih kembali. Untuk yang meninggal dunia sudah dikomunikasikan dengan pihak keluarga untuk dikembalikan untuk dilakukan pemakaman," ujar Budi.

Sumber utama Anda untuk berita mutakhir di bidang teknologi, kecerdasan buatan, energi, dan banyak lagi. Jelajahi masa depan teknologi dengan Arinstar! Tetap terinformasi, tetap terinspirasi!

Pencarian Cepat

Jelajahi konten kami yang dikuratori, tetap mendapat informasi tentang inovasi inovatif, dan perjalanan ke masa depan sains dan teknologi.

© Teknologi aplikasi cerdas

Kebijakan pribadi